Kopi Robusta Bogor

Kopi Robusta Bogor

Kopi Robusta Bogor
Kopi Robusta Bogor

Rp.35.000
Distributor Kopi Robusta Bogor
Jl. kh Abdul Hamid Km 8 Kp.koroncong 1, Rt 01 Rw 07  kec. pamijahan kab.Bogor 16810
Pemesanan: 0881024462074

Kopi Robusta Bogor Kopi melalui bepergian panjang sampai disajikan pada depan dengan aroma sedap buat Coffindo Lovers rasakan. ia melalui berbagai proses pembibitan, pemeliharaan yang rumit dan dipanen buat dijadikan biji kopi. buah kopi yang dipanen tidak akan langsung masuk ke pada proses gongseng atau roasting, melainkan ia harus melalui proses pembersihan berasal kotoran serta pemilahan yang tidak bisa dikatakan sementara waktu. buat menjalani proses tersebut diharapkan waktu berminggu-minggu.

Sebelum disangrai, buah kopi wajib melalui proses pengolahan terlebih dahulu, di mana pengolahan ini terbagi atas 2 yaitu pengolahan menggunakan proses basah serta pengolahan dengan proses kopi. Kami akan membahas pengolahan biji kopi menggunakan proses kering yg acapkali digunakan buat memproses buah kopi jenis Robusta  pengolahan menggunakan proses basah buat buah kopi jenis arabika.

di bawah inilah penerangan proses pengolahan biji kopi menggunakan proses kering.

a. Pemilahan butir kopi

Baik pengolahan basah juga kemarau, hal pertama yg dilakukan adalah melakukan pemilahan atau sortasi antara buah kopi superior (butir kopi berwarna merah cemerlang) dan buah kopi inferior (butir kopi berwarna kuning atau hijau) supaya kualitasnya dapat dibedakan.

b. Proses pengeringan

buah yg sudah dipilah harus dijemur pada atas lantai penjemuran secara merata. Tebal butir kopi ketika penjemuran tak boleh lebih berasal 4 cm sebab akan menyulitkan dalam proses pengeringan. Pembalikan biji kopi dilakukan minimal 2 kali dalam sehari. Penjemuran ini mengandalkan panas matahari, Jika cuaca sedang kemarau maka proses penjemuran bisa mencapai 2 minggu dengan kandungan air sebesar 15 persen. tetapi Jika isu terkini penghujan, penjemuran akan memakan saat lebih usang lagi.

Kopi Robusta Bogor

c. Pengupasan kulit butir

sesudah melalui proses pengeringan, butir kopi siap buat dikupas kulitnya. Proses pengupasan ini mampu dilakukan menggunakan cara ditumbuk atau menggunakan mesin huller. namun, kekurangan dengan cara ditumbuk yaitu resiko biji pecah dan rusak sangat tinggi. memakai mesin huller resiko tadi mampu diminimalisir bahkan lebih rendah lagi. Pengupasan pada sini langsung sampai ke kulit tanduk, tidak selaras menggunakan pengolahan biji kopi dengan proses basah yg masih menyisakan kulit tanduk buat dijemur balik .

d. pemilahan pulang serta pengeringan lanjutan

Biji kopi yang telah dikupas kulitnya, harus dipilah lagi antara yang pecah dan tidak juga kotoran lainnya. dalam proses ini biasanya sporadis sekali kandungan air pencaia 12 persen, yaitu kandungan air di mana biji kopi dalam keadaan stabil serta tidak praktis pecah.
Bila belum mencapai 12 % maka wajib dilakukan pengeringan lanjutan menggunakan cara dijemur kembali pada bawha mentari atau memakai mesin pengering. Jika kadar air lebih dari 2 % maka biji kopi akan simpel berjamur, tetapi Bila kurang dari nilai itu maka biji kopi akan praktis menyerap air asal udara serta Mengganggu kualitas dari rasa juga aromanya.

e. Pengemasan dan penyimpanan

Biji kopi yang mengandung kadar air 12 persen sudah mampu dikemas dan disimpan buat lalu didistribusikan. Simpan biji kopi menggunakan karung bersih dan jauh berasal bau-bau menyengat. buat penyimpanan dalam saat yang lama maka karung wajib diletak di atas palet kayu setebal 10 cm. kelembaban ruang penyimpanan jua patut diperhatikan, sesuaikan kelembabannya menjadi 70 %. Pengolahan biji kopi menggunakan proses kering belum memasuki proses sangrai jadi harus benar-benar dijaga kualitasnya.
usang penyimpanan biji kopi jua patut diperhatikan. Biji kopi yg belum disangrai tidak boleh disimpan selama lebih berasal dua bulan. Bahkan buat mencapai waktu dua bulan kualitasnya sudah megnalami penurunan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *